logoblog

Cari

Tutup Iklan

Budidaya Lele Beromzet Puluhan Juta

Budidaya Lele Beromzet Puluhan Juta

LOMBOK TIMUR: Susahnya mencari lowongan kerja membuat sekelompok pemuda Dusun Uma Jaya, Desa Sukadana, Kecamatan Terara, Lombok Timur harus pandai-pandai mencari

Ekonomi

Awie Sudirman
Oleh Awie Sudirman
11 Desember, 2017 16:15:17
Ekonomi
Komentar: 0
Dibaca: 12490 Kali

LOMBOK TIMUR: Susahnya mencari lowongan kerja membuat sekelompok pemuda Dusun Uma Jaya, Desa Sukadana, Kecamatan Terara, Lombok Timur harus pandai-pandai mencari peluang usaha. Untuk itu mereka mencoba peruntungan baru, dengan budidaya lele yang menggunakan sistem bioflok.

Berawal modal enam juta rupiah pada tahun 2012 lalu, sejumlah pemuda ini kemudian membentuk kelompok peternak lele dengan nama Jaya Lele. Dengan modal tersebut mereka kemudian membuat dua kolam berbentuk lingkaran berdiameter 2,5 meter yang dapat menampung bibit lele hingga 5 ribu ekor lele.

Untuk satu kolam yang dibuat kelompok Jaya Lele menghabiskan anggaran dua juta rupiah pada saat itu. Berawal dari dua buah kolam kelompok Jaya Lele terus berkembang dan kini memiliki 12 kolam.

Menurut Asriandi, karena permintaan di pasaran yang begitu banyak, membuat kelompok yang diketuainya itu mencoba membuat proposal pengajuan bantuan dana Ke Pemda Lombok Timur. Melihat kreatififitas pemuda Desa Sukadana yang produktif itu, Bupati Lombok timur kemudian memberikan bantuan untuk kemajuan budidaya ikan lele sistem bioflok yang pertama kali ada di Kabupten Lombok Timur bahkan di NTB itu.

“Untuk satu kolam hasilnya bisa mencapai empat kwintal lebih, dengan rata-rata 10 ekor perkilo gramnya, untuk pemasarannya kita lebih banyak untuk ke lesehan, rumah makan. Pasar-pasar tradisional bahkan kita juga suplai kebutuhan Hipermart kota Mataram, ” papar Asriandi lulusan serjana komputer itu, saat dikunjungi awak media, Minggu (10/12/2017).

 

Baca Juga :


Asriandi menambahkan,” lele yang kami budi dayakan juga kami kirim ke pasar-pasar di pulau Sumbawa. Untuk omset yang kami dapat saat panen, untuk satu kolam bisa mencapai 7 sampai 8 juta perkolamnya, kalau semuanya kolam panen bisa mencapai 90 juataan,” ucapnya.

Asriandi juga berharap ke Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Timur dan Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Barat, Dinas terkait, untuk membina kelompok-kelompok budidaya yang ada di Lombok Timur maupun yang ada di daerah lainnya hingga kelompok kelompok tersebut mandiri.

“Dalam budi daya lele sistem bioflok sangat mudah dan murah dalam cara perawatan dan pemeliharaannya dan tingkat kematian dan stres hanya berkisar 10% saja. Dalam satu hari ikan lele hanya diberi makan dua kali pada jam 8 pagi dan jam 8 malam. Untuk harga pakannya, hanya menggaruk saku Rp 300.000 per 30 kilo gram. Ikan Lele sistem Bioflok hanya membutuhkan waktu 2 bulan 15 hari dari pertama bibit di masukkan hingga dipanen dan dipasarkan,” ungkapnya.(awi)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan