logoblog

Cari

Tutup Iklan

Ritel Modern Pemicu Terbentuknya Koperasi Syariah Berbasis Masjid

Ritel Modern Pemicu Terbentuknya Koperasi Syariah Berbasis Masjid

 “Alhamdulillah sekarang ini Dewan Masjid Indonesia wilayah Nusa Tenggara Barat Insyaallah pada hari Sabtu tanggal 10 Muharram bertepatan dengan tanggal  30

Ekonomi

Asrobi Abdihi
Oleh Asrobi Abdihi
01 Oktober, 2017 22:48:06
Ekonomi
Komentar: 0
Dibaca: 3895 Kali

 “Alhamdulillah sekarang ini Dewan Masjid Indonesia wilayah Nusa Tenggara Barat Insyaallah pada hari Sabtu tanggal 10 Muharram bertepatan dengan tanggal  30 September 2017 akan melakukan Soft Lounching berdirinya sekitar 14 Koperasi Syariah Dewan Masjid Indonesia Kota Mataram dibawah inisiator atau inisiatif dari Dewan Masjid Indonesia provinsi Nusa Tenggara Barat”. Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi UKM NTB Drs.H.lalu saswadi,MM di ruang kerjanya (29/9)2017).

Kata Saswadi, yang jelas kita memang sudah sosialisasi, Dinas Koperasi UKM provinsi Nusa Tenggara Barat sudah sosialisasi terhadap rencana berdirinya Gerakan Koperasi Syariah di Nusa Tenggara Barat. Karna ini sudah tertera dalam RPJMD provinsi Nusa Tenggara Barat dan sudah tertuang dalam program renstra Dinas Koperasi UkM NTB dengan menargetkan sekitar 500 koperasi syariah. Bahkan pada bulan mei 2013 Gubernur NTB sudah Lounching terhadap koperasi syariah.

“nah inilah peluang-peluang yang ditangkap oleh Dewan Masjid Indonesia provinsi Nusa Tenggara Barat untuk mendukung gerakan koperasi Syariah yang ada sekarang ini”. Ujarnya

Disamping itu Kata Saswadi, juga dari pengamatan Dewan Masjid Indonesia Wilayah NTB, dengan tumbuh kembangnya yang cukup signifikan gerakan-gerakan dan munculnya sistem perdagangan modern lewat Alfa Mart, Indo Mart  yang kelihatannya sedikit akan mempengaruhi usaha rakyat sehingga ini juga sebagai pemicu bahwa Dewan Masjid Indonesia provinsi Nusa Tenggara Barat mengajak Dewan Masjid yang ada di masing-masing kabupaten kota di Nusa Tenggara Barat yang Insaa Allah besok akan dimulai dengan gerakan masjid di kota Mataram untuk segera membuat gerakan koperasi syariah di 14 masjid yang ada. 14 masjid itu diantaranya Masjid Raya Hubbul Wathon Islamic Center Mataram, Masjid Mujahidin Perumnas Mataram, Masjid Jamiq Baiturrahman Rembige, Masjdi Al-Islah Ling.Monjok Baru, Masjdi Al Mujahidin Taman Baru Mataram, Masjid Raudhatul Jannah Perumahan Pagutan Permai, Masjid Al Mujahidin Perumahan Sweta Indah, Masjid Baiturrahman Jl.Sedayu BTN Kekalik, Masjid al-Ikhsan Selagalas,Masjid Al-Muttaqin Cakranegara, Masjid Ar-Rahmah Sweta, Masjid Al Abror Sukaraja Ampenan,Masjid Al Achwan Griya Pagutan Indah Mataram, Koperasi Syariah Al Muntada Masjid Raya At-Taqwa Mataram.

Lebih juah Saswadi menjelaskan, bahwa setelah berdirinya Gerakan Koperasi Syariah ini, Dewan Masjid dan Gerakan Koperasi akan menjalin sebuah program disamping simpanan pokok,wajib yang memang  aturan koperasi yang ada dan nanti dengan pola transaksional syariah serta akan mengembangkan usaha perdagangan serba usaha dalam bentuk seperti retail modern tapi dengan pola syariah, karena sudah jelas, sudah ada juga underbownya seperti koperasi syariah 212, ini bisa saja melakukan kerjasama antara koperasi syariah 212 dengan koperasi syariah  yang ada di Nusa Tenggara Barat dalam proses pengadaan barang, termasuk dalam pemasaran karena sudah jelas pemasarannya yakni koperasi koperasi syariah yang sudah jelas anggotanya.

“Jadi itu pemicu atau pendorong utama gerakan terbentuknya koperasi syariah Dewan Masjid Indonesia di Provinsi NTB yang insaa Allah akan di Lounching besok pagi. Karena ingin memulai muamalah dengan sistem Islam, yang kita tahu bahwa dari pengurus Dewan Masjid provinsi Nusa Tenggara Barat juga memandang Kenapa di NTB, karena memang banyak pertimbangan salah satunya karena NTB penduduknya mayoritas muslim, kedua terkenal dengan Seribu Masjid, jadi sudah sangat naif kalau di daerah kita ini tidak segera membentuk dan menjalankan roda hubungan kemasyarakatan dengan menggunakan sistem syariah”. Papar Saswadi

 

Baca Juga :


Sambung Saswadi, dipantau juga bahwa perbankan di Nusa Tenggara Barat khususnya Bank NTB milik pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat sudah berdiri Bank syariah dan bahkan lambat laun bank konvensional di NTB akan diarahkan semua ke Bank Syariah.

“Inilah beberapa yang melatarbelakangi temen-temen dari pengurus Dewan Masjid NTB dan Kabupaten Kota di NTB untuk segera mendirikan koperasi syariah dengan usaha-usahanya yang insaa Allah akan membawa kamanfaatan dan keberkahan untuk masyarakat”. Pungkasnya.

 

 



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan