logoblog

Cari

Tutup Iklan

Gairahkan Pariwisata Melalui Ekonomi Kreatif

Gairahkan Pariwisata Melalui Ekonomi Kreatif

Sektor pariwisata di Lombok, mustahil tidak mungkin menyamai pariwisata di Bali. Terlebih, daerah yang dikenal dengan slogan pulau Seribu masjid ini

Ekonomi

Pangkat Ali
Oleh Pangkat Ali
08 Desember, 2016 08:44:10
Ekonomi
Komentar: 0
Dibaca: 3758 Kali

Sektor pariwisata di Lombok, mustahil tidak mungkin menyamai pariwisata di Bali. Terlebih, daerah yang dikenal dengan slogan pulau Seribu masjid ini memiliki keunikan tersendiri dimata masyarakat luas. Karena berkaca pada kalimat pujian, “di Lombok, kita temukan Bali, tapi di Bali, kita tidak temukan Lombok”. Itulah salah satu keunikannya. Melihat keunikan itu, sebagai ilustrasi, di Lombok Barat (Lobar) misalnya, sektor pariwisata merupakan tulang punggung perekonomian kabupaten yang dikenal dengan moto Patut Patuh Patju itu. Maka wajar saja,  kalau daerah ini gencar-gencarnya  melakukan revitalisasi dan promosi pariwisata. Promosi di luar dan dalam negeri, kendati dana untuk itu dirasa kurang memadai. Namun semangat optimisme tidak boleh kendor, nyali tak boleh kecil!. Bagaimana dengan pariwisata di daerah lain dalam skup NTB?. Harapannya sama, menggairahkan dan meningkatkan perekonomian seluruh masyarakat.

            Selentingan kalimat egois juga pernah terujar, “jauh-jauh ke luar negeri berpromosi, habiskan duit!”. Sebenarnya, jika ingin berpikir lebih jauh dan jernih, dengan anggaran promosi yang demikian kecil, haruskah semua jadi kecewa? Haruskah mengkambinghitamkan pengelola anggaran? Atau menyalahkan pejabat penentu kebijakan? Semestinya, hal itu tidak membuat semua kita jadi kecewa dan berkecil hati, apalagi mau mencari kambing hitam di dalamnya. Justru akan sebaliknya, kita yang jadi “kambing hitam” nantinya.

Masih banyak cara dan upaya lain yang dapat ditempuh untuk mempromosikan pariwisata. Semisal, dapat dilakukan melalui sarana dunia maya. Jalur akses internet ini, sudah sangat fasih digunakan oleh para wisatawan asing maupun domistik untuk mencari informasi daerah destinasi wisata. Media ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.

            Sesuai dengan potensi dan karateristik, pariwisata di NTB, dapat dibangun dengan menciptakan produk pariwisata baru yakni melalui ekonomi kreatif. Pariwisata dapat dipromosikan melalui karya cipta industri seni dan budaya kreatif bernilai jual tinggi. Sesungguhnya, kita memiliki banyak peristiwa dan simbol budaya dan seni yang bisa diindustrialisasikan. Yang demikian ini, semuanya untuk memperkaya produk wisatanya. Hari Raya, kesenian, budaya, sejarah, tradisi, situs-situs, keindahan alam yang dengan sedikit kecerdasan ditambah komitmen, bisa menjadi peluang industrialisasi berskala global. Tetapi jangan lupa, agar mengurus hak patennya, hak cipta dan trade mark-nya, supaya tidak gampang diserobot dan diplagiat dengan maksud hak cipta sendiri oleh negara lain.

            Sebagai contoh, bagaimana negara Inggris mampu menjadikan cerita Robin Hood menjadi paket wisata yang sangat menarik. Di sana, tiap tahun diadakan Festival Robin Hood. Dan acaranya diselenggarakan disuatu tempat yang diberi nama ‘kampung Robin Hood’. Di kampung ini, para wisatawan benar-benar dibawa ke zaman lampau, dimana zaman Robin Hood hidup. Para wisatawanpun dimanjakan dengan berbagai atraksi permainan yang berkaitan dengan sosok Robin Hood tadi. Tentu saja, para wisatawan juga disuguhi berbagai souvenir yang berbau Robin Hood. Demikian pula dengan cerita Halloween yang dikemas menjadi Festival Halloween, bahkan sudah mewabah sampai ke negeri kita.

            Hal seperti di atas, semestinya tidak sulit untuk diwujudkan di NTB yang kaya raya bak mutu manikam terpendam ini. Karena di daerah kita sangat kaya akan tradisi, sejarah dan cerita legenda seperti Cupak-Gerantang, Komedi Rudat, Putri Anjani, Tari Batek Baris, Malean Sampi, Bisok Beras, Legenda Putri Mandalika, Suling Dewa, Karapab Kebo, Ntumbu  dan banyak lagi yang lainnya. Kita buat kampung Putri Anjani, kampung Rudat, kampung Ntumbu atau kampung mandalika serta Restoran Batek Baris dan lainnya.

 

Baca Juga :


            Dengan cara demikian, sangat yakin wisatawan akan mendapatkan experience yang luar biasa dan tak dapat ditemukan di daerah lain. Terobosan ini sudah tentu lebih cocok dan tepat untuk mendukung terwujudnya ekonomi yang kreatif.

            Hal di atas, bila ini ditangani dengan serius, dengan komitmen untuk memajukan pariwisata yang handal dan tentu berbasis ekonomi rakyat, bukannya tidak mungkin, dimasa mendatang daerah NTB akan mendunia pariwisatanya. Terlebih Pemkab setempat, nampaknya sangat getol, mendorong suksesnya penyelenggaraan even-even pariwisata secara global mupun internasional.

            Bukan saja melalui seni dan tradisi, melainkan melalui cerita-cerita rakyatnya. Tentu saja, bila banyak yang mengenal cerita-cerita rakyat, tidak menutup kemungkinan, cerita-cerita ini bisa diangkat ke layar lebar seperti film Pinokio, Harry Porter, Halloween dan sebagainya. Yang pasti, bila hal ini bisa terwujud, akan ikut serta berandil dan dapat digarap oleh para pengrajin dalam bentuk barang-barang souvenir seperti kalung kerotok, kalong topeng Labuapi atau gandek, tas Cupak, Sandal Gerantang, boneka Malean Sampi dan lain-lain. Bila pernak-pernik ini sudah menyebar, tentu saja nama NTB bertambah mashur dan harum, sehingga akan mengundang turis berdatangan dengan gemerincing dolarnya.

            Ini merupakan formula yang biasa berlaku di dunia pariwisata, termasuk pariwisata di Bali. Konsep melebihi harapan wisatawan dengan memberikan atraksi unik dan bervariasi yang tidak dapat ditemukan ditempat lain. Memuaskan wisatawan dengan memberikan sesuatu yang tidak ada greget industri, sebenarnya tidak cuma memberikan kepuasan, melainkan sekaligus merebut perhatian. Artinya, bagaimana memperoleh isi dompet para wisatawan bersangkutan lebih banyak tanpa terasa. Bagaimana pula wisatawan bisa betah tinggal di daerah wisata tujuannya.

            Dengan demikian, jika hal ini terus dilakukan dan dipelihara, bisa dipastikan, peningkatan ekonomi masyarakat, akan mengalami grafik peningkatan yang signifikan. Semoga! () -03



 
Pangkat Ali

Pangkat Ali

Save Our Gumi Paer...LOMBOK Lalu Pangkat Ali, kesehariannya sebagai ASN -Pejabat Fungsional Pranata Humas Permkab.Lobar. Tinggal di Desa Kopang-Lombok Tengah. CP & WA: 081907941070. Fb: Fotografer Kopang & Eliza Agniya

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan