logoblog

Cari

Pelaku Usaha Mikro Harus Memiliki Izin

Pelaku Usaha Mikro Harus Memiliki Izin

Pertemuan Sosialisasi Izin Usaha Mikro di Kecamatan Batulayar, Selasa 24 Mei 2016 berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Pertemuan yang melibatkan pengusaha

Ekonomi

KM. Layarstone
Oleh KM. Layarstone
24 Mei, 2016 06:59:15
Ekonomi
Komentar: 0
Dibaca: 8619 Kali

Pertemuan Sosialisasi Izin Usaha Mikro di Kecamatan Batulayar, Selasa 24 Mei 2016 berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Pertemuan yang melibatkan pengusaha mikro lingkup Kecamatan Batulayar yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah ini juga melibatkan para Kepala Desa sebagai peserta disamping beberapa pejabat dari Kecamatan Batulayar. Titik tekan dari sosialisasi ini adalah memberikan status hokum atau legalitas bagi para pelaku usaha.

Tahun sebelumnya, sebanyak 193 pengusaha mikro di Kecamatan Batulayar yang telah diterbitkan izin usahanya. Pertemuan yang dipandu oleh Kepala Seksi PMD Kecamatan ini dihadiri oleh Sekretaris Camat dan Kepala Bidang Usaha Mikro Kabupaten Lombok Barat sebagai narasumber dalam acara yang digelar sejak pukul 09. 30 Wita tersebut. Pertemuan yang dipusatkan di Aula Kecamatan ini mendapat perhatian dan tanggapan serius dari para pelaku usaha yang hadir.

Dalam sambutannya mewakili Camat, Drs. Pramubinawan mengatakan bahwa sepekan sebelumnya telah ada pertemuan yang sangat erat kaitannya dengan pertemuan kali ini, yakni masalah sertifikasi halal bagi produk usaha. Pertemuan ini langsung menghadirkan Ketua Majelis Ulama Indonesia, bapak TGH. Shafwan Hakim sebagai pembicara. Artinya, disamping memiliki label halal, pelaku usaha mengantongi izin agar mendapat pengakuan oleh pemerintah, demikian isi sambutan dari Sekcam Batulayar.

Berbeda dengan Sekcam, Sudirman, SH yang bertindak sebagai pembicara dari Dinas Koperasi dan UMKM Lombok Barat banyak mengulas bagaimana pentingnya bagi pelaku usaha terkait dengan kepemilikan izin. Terlebih di daerah pariwisata, izin ini sangat diperlukan. Sebelumnya, Sudirman mengatakan jika dampak dari pelaku usaha di masyarakat sangat terlihat jelas, misalnya, untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, tidak memperlebar kesenjangan antara kaya dan miskin dan yang terpenting juga adalah terciptanya lapangan pekerjaan di wilayah, demikian urai dari Sudirman saat memberikan materi terkait kepemilikan izin usaha.

 

Baca Juga :


Lebih lanjut, Kepala Bidang ini mengatakan jika izin usaha mikro yang masuk dalam kategori penerbitannya di Kecamatan ini adalah mereka yang memiliki asset dibawah 50 juta rupiah. Maksimal 50 juta, dan penerbitan izin tidak memerlukan biaya alias gratis, begitu papar Sudirman. Sementara dari hadirin yang hadir ada yang menyampaikan keluhan terkait dengan packaging dan marketing. Seperti yang diuraikan oleh Kepala Desa Lembahsari. Usaha mikro di masyarakat sangat banyak dan beragam, kadang kesulitan mereka, terutama untuk yang khas adalah packaging dan marketing, demikian keterangan Suratman Kepala Desa Lembahsari. Sementara itu, M. Amar mengatakan bahwa di lapangan, tidak tertibnya para pedagang terutama yang datang dari luar daerah Batulayar. Amar meminta pemerintah bagaimana mengatur dan menertibkan para pedagang yang terkesan merusak harga. Ini kan wilayah kita di Batulayar, jadi harus ada aturan yang mengatur pedagang dari luar supaya terkontrol, demikian salah satu bagian dari pertanyaan Amar. Pertemuan diakhiri sekitar pukul 12.00 yang langsung ditutup oleh moderator. () -03



 
KM. Layarstone

KM. Layarstone

Batulayar sebagai daerah Wisata masih menjadi Target Utama untuk mengembangkan Pariwisata di NTB dan Menciptakan Lapangan Kerja guna mengurangi Resiko Pengangguran

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan