logoblog

Cari

Tutup Iklan

Berugak Lombok Tembus Mancanegara

Berugak Lombok Tembus Mancanegara

Tidak saja dinimati masyarakat lokal, ternyata berugak Lombok juga dilirik pasdar mancanegara. Berugak merupakan bangunan khas Lombok menyertupai balai-balai kecil dalam

Ekonomi

KM Rinjani Lombok
Oleh KM Rinjani Lombok
22 Mei, 2015 16:51:06
Ekonomi
Komentar: 0
Dibaca: 73753 Kali

Tidak saja dinimati masyarakat lokal, ternyata berugak Lombok juga dilirik pasdar mancanegara. Berugak merupakan bangunan khas Lombok menyertupai balai-balai kecil dalam bentuk sekepat (empat persegi panjang)  atau sekenem (segi enam). Karena pasaran berugak ke mancanegara juga secara otomatis, makin meningkatkan produksi berugak Lombok yang dihasilkan oleh tangan-tangan terampil, khususnhya bagi perajin di wilayah Gunungsari, Lombok Barat.

Kecuali itu, imbas dari pesanan berugak Lombok yang terus bertambah memunculkan sentra kerajinan hyang stau ini makin bertambah. Otomatis tenaga kerja yang terserap juga makin meningkat. Melebarnya pasar juga membuat sentra produksi berugak tumbuh subur, dan mampu menciptakan lapangan kerja baru, beberapa tahun terakhir tumbuh subur. Di Lombok Barat produksi berugak biasanya banyak ditemui di Dasan Bara, Desa Tamansari, Kecamatan Gunungsari.

Kerajinan bambu di Kecamatan Gunung Sari merupakan, sebuah kawasan sentra produksi Berugak Lombok. Ada sejumlah rumah produksi berugak di sini, selain puluhan home industri kerajinan bambu. Untuk sampai ke lokasi ini, jaraknya hanya sekitar 4 Km arah utara dari pusat Kota Mataram.

Menurut H Ehsan (54) pengusaha kerajinan setempat, produksinya tergantung pesanan. Selain kebutuhan lokal, banyak juga pesanan dari daerah lain, Jawa Barat dan Jakarta. Dari Malaysia. Wisatawan dari Eropa juga banyak yang memeesan berugak ini.

Ehsan menambahkan, dalam sebulan produksi berugak di tempatnya bisa mencapai 10 sampai belasan bahkan puluhan unit, kalau sedang ramai pesanan. Setiap satu berugak dikerjakan dua orang tukang, bisa memakan waktu tiga hari kerja. Jika pesanan membludak, ia pun mengambil tukang sewaan dari pemuda warga sekitar yang diberi upah harian.

Terkait tenaga kerja, menurutnya, tidak kesulitan, karena rata-rata pemuda di sini bisa mengerjakan. Jadi kalau banyak pesanan, malah banyak lapangan kerja bisa kita buat untuk mereka.

Berugak Lombok secara umum ada dua jenis Berugak Lombok, yakni Berugak Sekepat yang berkaki empat dan Sekenem yang memiliki kaki penyangga enam. Ukuran Sekepat berkisar 2 x 1,5 meter hingga 2 x 2,5 meter, sedangkan yang Sekenem berkisar 3 x 6 meter hingga 3 x 8 meter.

Masyarakat Lombok mengartikan berugak punya nilai filosofi yang penting. Selain untuk menerima tamu, juga untuk tempat bermusyawarah, hingga membuat acara hajatan. Tak heran jika, hampir di setiap rumah di Lombok, selalu ada berugak di depannya.

Masyarakat menilai, H Ehsan adalah salah seorang yang pertama kali memproduksi berugak dan dipasarkan sejak 1995-an. Awalnya, ia seorang pengusaha kayu, di Dasan Bare, Desa Taman Sari, Kecamatan Gunung Sari. ”Kalau boleh dibilang, saya yang pertama memproduksi.Tadinya hanya iseng, karena jualan kayu tidak begitu menguntungkan saat itu, saya kemudian mencoba membuat berugak dan dipasarkan,” kata Ehsan.

 

Baca Juga :


Seiring banyaknya pesanan, sejumlah karyawan Ehsan kemudian membuka sentra produksi sendiri di kawasan itu juga. Kini mencapai belasan jumlahnya. Dari pemasaran lokal dan menyebar ke domestik, kini produksi berugak di tempat Haji Ehsan, sudah menjangkau pasar luar negeri juga. ”Pesanan banyak biasanya datang dari perhotelan atau rumah makan lesehan, restoran. Ada juga wisatawan yang memesan bungalow dari berugak,” tambahnya.

Desain berugak dibuat dengan sistem knockdown atau bongkar pasang. Ini akan memudahkan pengiriman ke luar daerah, bahkan ke luar negeri. Setelah sampai di tujuan maka berugak bisa dirakit kembali. ”Atapnya tinggal memilih sesuai selera pemesan, ada yang pakai genteng, ada juga yang lebih memilih atap ilalang,” katanya.

Berugak ala Gunung Sari rata-rata dijual Rp3 juta hingga Rp3,5 juta untuk yang berkaki empat, sedangkan yang berkaki enam atau Sekenem bisa mencapai Rp7,5 juta-Rp10 juta. Ini semua tergantung bentuk dan jenis kayu yang digunakan, sesuai selera pemesan.

Berugak memang tempat yang asyik untuk bersantai. Di sejumlah pusat wisata, perhotelan, restauran, hingga rumah makan lesehan, di Lombok umumnya berugak tersedia. Sentra kerajinan bambu yang juga memproduksi berugak di Gunung Sari selama ini memang menjadi titik singgah bagi wisatawan yang hendak ke Gili Trawangan dari Mataram.

”Selama ini wisatawan banyak singgah di sana. Banyak juga yang tertarik dengan berugak dan memesannya,” kata Ehsan. Dari filosofi dan fungsi,  berugak juga menjadi sarana pembelajaran keterbukaan. Meski bentuknya tak pernah lebih besar dari rumah utama, namun fungsi berugak lebih besar bagi masyarakat Lombok.

”Rata-rata masyarakat menerima tamu di berugak, juga kaum muda yang sedang berpacaran, ngapelnya di berugak. Ini mengandung filosofi yang penting, bahwa segala yang dilakukan itu transparan dan terbuka, tidak ada yang ditutupi, karena berugak tidak punya dinding,” katanya.

Berugak juga menjadi tempat mencari solusi dan bermusyawarah. Ia juga menjadi tempat pusat pelaksanaan acara hajatan.Yang paling banyak menggunakan berugak saat ini adalah jasa perhotelan dan restauran. Konsep berugak ini banyak juga diadopsi restauran dan lesehan di daerah Jawa Barat dan Jakarta.”Memang terasa lain ketika menyantap makanan di berugak. Berugak juga ikut membantu mempromosikan potensi wisata kita di Lombok ini,” jelasnya. (wardi) - 05



 
KM Rinjani Lombok

KM Rinjani Lombok

KM Rinjani Lombok diinspirasi oleh tekad bersama sesama anggota untuk membangun informasi produktif, komunikatif dan aspiratif di seputar Lobar dan gumi Lombok umumnya. Anggota: Hernawardi (Ketua), Fathurrahman, Ardipati, L. Suhaemi, Rian F, L. Budi D. Hp

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan