logoblog

Cari

Tutup Iklan

Nelayan Panen Uang di Pondok Kerakat

Nelayan Panen Uang di Pondok Kerakat

KM. Sukamulia – Musim hujan membawa pengaruh yang positif bagi perekonomian masyarakat nelayan yang tinggal di sekitar Dusun Sukamulia dan Dusun

Ekonomi

Nelayan Panen Uang di Pondok Kerakat

Nelayan Panen Uang di Pondok Kerakat

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
28 Desember, 2014 12:23:11
Ekonomi
Komentar: 2
Dibaca: 2739 Kali

KM. Sukamulia – Musim hujan membawa pengaruh yang positif bagi perekonomian masyarakat nelayan yang tinggal di sekitar Dusun Sukamulia dan Dusun Gegurun Desa Pohgading Timur Kecamatan Pringgabaya sebab hasil tangkapan ikan yang mereka dapatkan melimpah ruah. Minggu ini mereka mendapatkan hasil tangkapan ikan yang cukup banyak dan tentunya itu dapat meningkatkan penghasilan mereka. Ikan yang mereka dapatkan pada musim hujan kali ini adalah teri semet, tetio, ciro dan bengkawal dan jika dirata-ratakan maka per-hari pengerakat mendapatkan uang sebesar Rp. 150.000 hingga Rp. 200.000 dan pemilik kerakat rata-rata mendapatkan hasil sebesar Rp. 1.000.000 hingga Rp. 1.500.000-an/sekali ngerakat.

Secara umum masyarakat Dusun Sukamulia dan Dusun Gegurun Desa Pohgading Timur bekerja sebagai petani nelayan. Mereka menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian dan sektor nelayan. Pada musim panas masyarakat setempat menghabiskan waktunya untuk bercocok tanam di petakan sawah mereka dengan mengembangkan budidaya tanaman tembakau, cabe, dan sayur. Sedangkan pada musim penghujan masyarakat setempat menghabiskan waktu untuk mencari nafkah di pantai sebab pada musim hujan kesibukan mereka di sawah tidak terlalu banyak. Pada musim hujan masyarakat Desa Pohgading Timur pada umumnya hanya menanam padi, karena budidaya padi tidak terlalu merepotkan maka mereka mengisi waktunya dengan bernelayan (menangkap ikan di pantai) dengan menggunakan kerakat di sekitar Pantai Pondok Kerakat.

Seperti yang dikatakan tadi, masyarakat nelayan Dusun Sukamulia dan sekitarnya menangkap ikan dengan alat yang bernama Kerakat, yaitu jaring pukat yang ukurannya sangat besar dan panjang. Kerakat biasa memiliki panjang sekitar 700 hingg 1000 m dengan lebar sekitar 1,5 hingga 2 m. Untuk mengoprasikan satu unit kerakat dibutuhkan tenaga minimal sebanyak 14 orang, artinya satu kelompok pengerakat minimal beranggotakan 14 orang. Satu unit kerakat dimiliki oleh satu orang namun si pemilik kerakat tidak harus mencari teman sebanyak 14 orang supaya ia bisa mengoprasikan kerakat-nya. Untuk memasang kerakat mereka menggunakan perahu bercadik (jukung) yang dikendarai oleh 4 atau 5 orang. Karena pengerakat menangkap ikan secara berkelompok maka hasil tangkapan ikan dibagi seusi dengan ketentuan yang sudah mereka sepakati.

Menurut keterangan Amaq Hajar (pemilik Kerakat), sistim bagi hasil yang biasa dilakukan oleh pengerakat setempat adalah satu bagian untuk pemilik kerakat dan tiga bagian untuk anggota, artinya jika hasil tangkapan mereka sebanyak satu tumpung (keranjang besar yang terbuat dari anyaman bamboo dan biasanya berisi 4 bak) maka satu bak untuk bagian pemilik kerakat dan tiga bak untuk bagian anggota. Hasil tangkapan ikan kami bagi-bagi setelah ketika kami selesai melakukan kegiatan penangkapan ikan atau saat kami akan pulang, papar pemilik kerakat yang berasal dari Dusun Sukamulia itu.

Sejak minggu lalu hasil tangkapan ikan yang kami peroleh cukup banyak dan ini juga sering kami alami pada musim-musim hujan yang lalu dimana minimal kami mendapatkan 5 hingga 6 tumpung pada setiap harinya, itulah sebabnya kami lebih antusias untuk ngerakat pada musim hujan. Pada minggu ini kerakat yang saya bawa sudah tiga kali mendapatkan hasil sebanyak 15 tumpung dan satu kali mendapatkan ikan sebanyak 18 tumpung. Pengerakat lainnya juga mendapatkan hasil yang lumayan di musim hujan tahun ini. Ikan yang kami dapatkan pada musim hujan ini cukup beragam, seperti teri semet, tetio, bengkawal danciro, terang Amaq Nurlan (pemilik kerakat yang berasal dari Dusun Gegurun).

Harga jual masing-masing jenis ikan hasil tangkapan mereka berbeda dan yang paling murah adalah teri semet yang dijual dengan harga Rp.400.000/tumpung sengkan tetio dijual dengan harga Rp. 530.000/tumpung, ciro dan bengkawal dijual dengan harga Rp. 750.000 hingga Rp. 820.000/tumpung. Luar biasa, hasil tangkapan ikan yang melimpah dijual dengan harga yang cukup mahal pula dan itulah sebabnya nelayan setempat mengatakan bahwa pada musim hujan mereka panen uang di Pantai Pondok Kerakat.

Baca Juga :


Menurut keterangan yang penulis dapatkan dari beberapa orang nelayan setempat, hasil yang mereka dapatkan dari usaha penangkapan ikan pada muinggu ini lumayan besar dimana jika dirata-ratakan maka per-harinya mereka mendapatkan uang sebesar Rp. 150.000 hingga Rp. 200.000 dan pemilik kerakat rata-rata mendapatkan hasil sebesar Rp. 1.000.000 hingga Rp. 1.500.000-an/satu kali ngerakat. Ini adalah penghasilan yang luar biasa namun sayang penghasilan sebesar itu hanya mereka dapatkan hanya pada musim hujan saja dan itupun belum tentu. Perlu juga diketahui bahwa sekali ngerakat itu bisa setengah atau sehari full tergantung dari keadaan cuaca dan hasil tangkapan yang diperoleh.

Menggantungkan hidup sebagai penangkap ikan dengan menggunakan kerakat memiliki penghasilan yang tidak menentu, kadang banyak dan kadang pula tidak ada sama sekali. Minggu-minggu ini kami memang mendapatkan hasil tangkapan yang cukup banyak namun hari-hari berikutnya belum tentu kami akan mendapatkan hasil sebesar itu. Rizki hanya Allah yang menentukan, namun kami berharap semoga hari-hari berikutnya kami juga bisa mendapatkan hasil tangkapan ikan yang melimpah ruah, harap Amaq Parlan (pemilik kerakat dari Dusun Sukamulia).

_By. Asri The Gila_ () -01



 
KM. Sukamulia

KM. Sukamulia

Nama : Asri, S. Pd TTL : Sukamulia, 02 Januari 1985 Jenis Kelamin: Laki-laki Agama : Islam Pekerjaan : Swasta Alamat, Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kec. Pringgabaya No HP : 082340048776 Aku Menulis Sebagai Bukti Bahwa Aku Pernah Ada di Dunia

Artikel Terkait

2 KOMENTAR

  1. KM Kaula

    KM Kaula

    31 Desember, 2014

    sayang, kebiasaan hasil menigkat di musim hujan tidak terjadi pada kelompok Formasi yang kemarin mengulangi kegiatan mancing bareng di pantai tekaluk, hasilnya cukup mengecewakan puluhan pancing di tebar, dua jaring ditebar berkali-kali hasilnya cuma satu, dua ekor saja. sehingga rombongan tidak cukup untuk lauk ditempat.


    1. KM. Sukamulia

      KM. Sukamulia

      08 Januari, 2015

      Sabar kawan,,, pantai tekalok sudah tidak kaya laki akan ikan sebab di sana terlalu banyak orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang melepas bom untuk mendapatkan ikan. Dulu kami juga sering menangkap ikan dan berkemah di pante itu namun sudah 2 tahun ini kami malas ke sana sebab di sana kami juga sering mengalami hal yang sama dengan apa yang dialami Formasi.


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2017 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan