logoblog

Cari

Tutup Iklan

Ungkapan Penjual Sayur Keliling

Ungkapan Penjual Sayur Keliling

KISAH PENJUAL SAYUR SETELAH HARGA BBM NAIK Seorang sahabat, kita sebut namanya Amaq Jon, dia seorang kepala rumah tangga beranak 4 dan

Ekonomi

KM SMAN 1 SIKUR
Oleh KM SMAN 1 SIKUR
15 Desember, 2014 12:25:59
Ekonomi
Komentar: 1
Dibaca: 28787 Kali

KISAH PENJUAL SAYUR SETELAH HARGA BBM NAIK

Seorang sahabat, kita sebut namanya Amaq Jon, dia seorang kepala rumah tangga beranak 4 dan seorang istri yang menjadi tanggungannya, kebiasaan dia di pagi buta menuju pasar tumpah untuk membeli sayur dan buah-buahan, sekaligus ia membeli lauk-pauk atau ikan laut dan daging sapi juga daging ayam. setelah berbelanja ia pulang membawa belanjaannya. Sesampai di rumahnya ia menyusun dagangan dengan rapi dalam grobak dagangannya. Setelah dagangannya tersusun rapi dalam gerobak dagangn yang diboncengan sepeda motor, ia mulai bergegas untuk berangkat berjualan, biasanya Amaq Jon berjualan pagi mulai berangkat dari rumahnya jam 08.30 atau 08.45. Amaq Jon keliling berjualan sudah pasti tujuannya yaitu langganannya. Maklum sekarang untuk usaha seperti ini banyak saingan, kalau tidak berlangganan bisa-bisa barang jualan hanya sedikit lakunya, hal ini bisa membuat kerugian bahkan bisa jadi bangkrut. Jadi meskipun sekedar penjual sayur harus punya relasi di jaman sekarang ini. Semua ini karena ketatnya persaingan dalam berusaha apapun dalam arti menjalin silaturahim paling utama dalam kehidupan sehari-hari, sesuai ajaran agama.

Menurut pedagang sayur ini di berjualan keliling pulang hampir zuhur dan jarak tempuh lumayan jauhlah katanya. Jika kita perhatikan setiap pulang dia kelihatan letih, jadi cukup beralasan kalau dia mengatakan cukup jauh. Usianya menurut dia sekita 58 tahun karena dia sudah punya cucu. Ketika dia ditanya bagaimana hasil penjualan sayur keliling, dia menjawab "dulu sebelum kenaikan harga BBM saya bisa nabung antara Rp. 15.000 - Rp. 30.000, setelah mencukupi kabutuhan hidup. Sekarang penghasilannya sekedar bisa untuk makan, karena dengan kenaikan harga BBM, harga barang yang di beli sampai mencapai kenaikan antara 15% sampai 25%. belum lagi harga bensin yang dia gunakan sampai berbiaya lebih dari Rp. 25.000-an setiap keliling berjualan. Sementara dia menjual terlalu tinggi langganan minta jangan terlalu mahal, belum lagi langganan yang kurang uangnya sekitar lebih dari Rp. 500,- sampai Rp. 1.000,-, hal ini dia ikhlaskan, kalau tidak langganan itu di hawatirkan pindah tempat belanjanya ke pedagang sayur keliling yang lain. Jadi setelah kenaikan harga BBM jarang kita ada keuntungan yang bisa ditabug, syukur-syukur bisa menukupi KEBUTUHAN MAKAN sekeluarga setiap hari. Seharus dengan kenikan harga BBM pemerintah dapat mengontrol harga, supaya para pedagan seprti Amaq Jon bisa menabung sebagai cadangan kbutuhany ketika sudah jompo nanti. [] - 05

 

(Jurit, 14 - 12-2014) Hasan A.

 

Baca Juga :


 

 



 

Artikel Terkait

1 KOMENTAR

  1. KM Kaula

    KM Kaula

    15 Desember, 2014

    Mantab!.


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan