logoblog

Cari

Ubi dan Perjalanan Sejarah

Ubi dan Perjalanan Sejarah

KM Sambang Kampung – Zaman Penjajahan Belanda dulu ubi menjadi salah satu makanan yang sangat penting penggati beras atau nasi. Kandungan

Ekonomi

KM. Sambang Kampung
Oleh KM. Sambang Kampung
27 Agustus, 2014 20:14:22
Ekonomi
Komentar: 1
Dibaca: 42254 Kali

KM Sambang Kampung – Zaman Penjajahan Belanda dulu ubi menjadi salah satu makanan yang sangat penting penggati beras atau nasi. Kandungan utama nutrisi dalam ubi jalar seperti Vitamin A, C dan E, beta karoten, magnesium, kalium dan juga kaya oksidan. Masyarakat pada zaman dahulu menanam ubi untuk mengganjal perut yang kosong karena pada waktu itu beras sangat sulit untuk diperoleh. Begitulah cerita Amak Panis yang pernah merasakan pahit getirnya hidup di zaman penjajahan. Bahkan keadaan yang paling sulit waktu itu adalah zaman G 30 S/PKI tahun1965.

Zaman yang sulit iulah ubi jalar menjadi salah satu makanan yang mudah sekali diperoleh, bahkan jika tidak dapat ubi jalar maka masyarakat pada waktu itu makan Bulgur atau bubur jagung. Menurut Amak Panis pada zaman makanan dan pakaian sulit diperoleh dulu saya diajak oleh orang tua untuk berjualan berbagai macam bahan makanan salah satunya adalah ubi jalar ini, sampai saat ini saya sering menanan ubi jalar karena sudah terbiasa dari dulu hasilnya sangat maksimal.

Sulitnya keadaan membuat Amaq Panis harus bekerja keras memikul barang yang akan dijual dari Kecamatan Pringgabaya sampai ke Tanjung Luar, dari Pringgabaya Amaq Panis membawa jagung, ubi, singkong dan bahan makanan lainnya sedangkan sekembalinya dari Tanjung Luar dia membawa garam dan ikan kemudian dijual lagi. Dia berjalan hingga puluhan kilometer demi menyambung hidupnya.

Sekarang Amak Panis sudah bisa menikmati udara kemerdekaan, namun ubi jalar tetap menjadi tanaman kesukaannya, hasilnya dia jual ke pasar, satu ikat dia jual seharga Rp 15.000. Ada banyak jenis varietas ubi jalar yang dia tanam biasanya bewarny biasanya yang bewarna oranye, putih, kuning, merah dan warna ungu. Nilah perjalanan sejarah ubi jalar dengan maasyarakat desa yang sangat sulit memperoleh makanan di zaman yang serba kekurangan, semoga sejarah seperti itu tidak terulang kembali. (Uyik) - 05

 

Baca Juga :


 



 
KM. Sambang Kampung

KM. Sambang Kampung

Bercita-cita membangun Agro Mart HP. 081917979038 Anggota Kampng Media Sambang Kampung : 1. MASYHURI, SE.MM. 2. SALMAN ALFARISI. SE.MM. 3.ZUHROTUL AINI, AMd. KL. 4. M. HUSNUL FIKRI, ST. 5. NADIA PUJI LESTARI

Artikel Terkait

1 KOMENTAR

  1. KM Kaula

    KM Kaula

    28 Agustus, 2014

    untuk meningkatkan nilai jual dari pada ubi jalar, maka sangat dibutuhkan kreatifitas untuk merubah bentuk dan rasanya menjadi yang lebih menarik jangan sampai seperti yang orang kampung saya bilang, "Ubi dari dunia hingga akherat" maksudnya bagaimana ubi itu dirubah bentuknya misalnya dengan membuatnya menjadi kue yang lebih menarik, enak dan lebih mahal.


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan