logoblog

Cari

Tutup Iklan

Harapan Para Petani di Musim Tanam Kedua

Harapan Para Petani di Musim Tanam Kedua

Km Komedik Musim Panen padi sudah memasuki babak akhir diantara sebagian para petani sudah mulai mempersiapkan diri menghadapi Musim tanam kedua

Ekonomi

KM. Brang Ene
Oleh KM. Brang Ene
01 April, 2014 13:10:53
Ekonomi
Komentar: 0
Dibaca: 5565 Kali

KM Komedik -  Musim panen padi sudah memasuki babak akhir diantara sebagian para petani sudah mulai mempersiapkan diri menghadapi musim tanam kedua di Kalimantong, namun petani masih mengeluhkan nasibnya yang memprihatinkan.diakibatkan curah hujan yang sudah mulai berkurang, "Sawah kami mulai kekurangan air pak!!" ujar salah seorang petani setempat.

Sawah di Kalimantong, bisa disebut sebagai salah satu lumbung beras bagi penduduk di Kabupaten Sumbawa Barat. Sebelumnya, sawah-sawah di Kalimantong bergantung pada air irigasi yang dialirkan dari Bendungan Kalimantong yang berada di hulu sungai Brang Ene dan curah hujan yang cukup di akhir tahun. Tapi karena iklim yang mulai tidak menentu, dan curah hujan yang tak teratur, membuat persediaan air di Bendungan Kalimantong mulai berkurang dan mengering sehingga tak lagi bisa mengairi sawah-sawah penduduk.

Kini petani hanya bisa berharap pada hujan yang biasanya dimulai pada bulan-bulan November hingga bulan Februari. Untuk saat ini persediaan air bisa dikatakan lumayan, tapi nanti satu bulan kedepan maka debit air mulai berkurang Mereka terkadang harus berebut hingga menimbulkan pertengkaran antar petani hanya untuk mendapatkan sedikit air yang mengaliri padi-padi mereka demi sesuap nasi bagi istri dan anak-anaknya.

Sejauh ini, khususnya di Desa Kalimantong hampir semua kelompok tani sudah mendapat bantuan handtraktor untuk menggarap sawah para petani, namun semua itu masih belum maksimal penggunaannya dikarenakan masih kurangnya petani yang bisa mengoperasikan handtraktor dimaksud sehingga banyak handtraktor yang tidak digunakan sesuai harapan.

Akhmad Iskandar (53) anggota kelompok tani Batu Engeng, Desa Kalimantong mengatakan, lebih baik mereka diberi subsidi pupuk atau pembasmi hama tanaman daripada traktor yang pemanfaatannya tidak merata.

Mereka berharap, pemerintah setempat lebih memperhatikan kebutuhan mereka, "Kami tak menginginkan fasilitas yang mewah, kami hanya ingin dapur kami tetap mengepul dan istri anak kami tetap bisa makan. Kami hanya bergantung dengan hasil padi yang kami tanam ini," keluhnya.

Tak hanya masalah air, mereka juga sangat mengharapkan kebijakan pemerintah yang lebih berpihak kepada petani, yaitu dalam menetapkan harga gabah. Tak jarang mereka harus menanggung kerugian yang besar akibat permainan harga gabah di pasar. Pemerintah membeli gabah dari petani dengan harga murah. Namun saat beras dijual kembali ke pasaran harga bisa melonjak drastis, tidak sesuai dengan kerugian yang ditanggung petani.

 

Baca Juga :


Mastra (36) Kasi Pembangunan Pemerintah Desa Kalimantong, berharaf kepada pemerintah khususnya dinas terkait agar di musim kemarau ini bendungan satu-satunya di Brang Ene sebagai penyediaan air utama itu agar diperbaiki dan bila perlu bendungan dikeruk lebih dalam lagi supaya stok air di musim kemarau nanti bisa lebih banyak lagi dibandingkan musim kemarau tahun tahun lalu.

Sampai kapan mereka harus mengeluh dan menjerit menatap nasibnya, tulikah telinga kita dengan kondisi saudara-saudara kita??? ( Hesso Komedik/03)

 



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan