logoblog

Cari

Secercah Harapan untuk Petani Hutan Rakyat

Secercah Harapan untuk Petani Hutan Rakyat

Rampak Nulang; Pola pengusahaan hutan rakyat di Desa Semamung  menunjukkan kontribusi pendapatan dari sektor kehutanan khususnya kayu rakyat sangat kecil yakni 1,4%

Ekonomi

KM. Rampak Nulang
Oleh KM. Rampak Nulang
20 Maret, 2014 10:48:57
Ekonomi
Komentar: 3
Dibaca: 10699 Kali

Pola pengusahaan hutan rakyat di Desa Semamung  menunjukkan kontribusi pendapatan dari sektor kehutanan khususnya kayu rakyat sangat kecil yakni 1,4% dari total income petani pertahun. Namun di sisi lain asset penghidupan petani dari kayu rakyatnya cukup tinggi yakni 25,60%. Hal ini menunjukkan bahwa asset penghidupan petani yang ada saat ini belum optimal dikelola guna mendukung peningkatan kontribusi pendapatan petani di Semamung.

Keberadaan kayu rakyat (standing stock) di Desa Semamung belum memberikan nilai komersil yang memadai, hal ini ditunjukkan dari sistem penjualannya masih terkendala dengan regulasi kebijakan yang belum menjamin kebebasan bagi petani dalam melakukan penebangan  hasil dan bila terjadi penjualan maka hasilnyapun tidak optimal. Adanya mata rantai nilai kayu rakyat yang keuntungannya masih didominasi oleh para pengepul (midleman) sebesar 88,9% sedangkan petani hanya menikmati 11,1% per kubiknya. Selain kondisi di atas, perlunya program peningkatan kapasitas dan akses informasi pasar bagi produk kayu rakyat kepada masyarakat pengelola hutan rakyat Semamung.

Terkait dengan hal tersebut pada Kamis kemarin 13 Maret 2014, WWF Indonesia Program Nusa Tenggara dengan ACIAR dan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sumbawa melakukan Action Research Community Based Commercial Forestry (CBCF) atau Usaha Tanaman Hutan/Kayu Rakyat Komersial, melakukan kunjungan lapangan ke Kawasan HTR Lenang Kubung sekaligus berdialog dengan para penggiat hutan rakyat Desa Semamung. Kegiatan ini bertujuan untuk mengkaji dan mencari alternatif solusi bagi upaya peningkatan dan optimalisasi pengelolaan hutan rakyat di Indonesia. Ikut dalam rombongan peneliti tersebut antara lain, Rowan Reid (Task Leader Farmers Course, CBCF ACIAR), Syafruddin Syafii (WWF ID Nusa Tenggara).

 

Baca Juga :


Selain mendapatkan pengetahuan dan informasi tentang pengelolaan usaha produksi dan pengelolaan kayu rakyat di Kabupaten Sumbawa, kegiatan ini juga akan membantu masyarakat dalam pengembangan tahapan kegiatan peningkatan kapasitas petani dan aparatur pemerintah yang akan diterapkan melalui Metode Farmers Course pada tahun ini. (rdl) 2



 

Artikel Terkait

3 KOMENTAR

  1. KM. Gempar

    KM. Gempar

    03 April, 2014

    sukseskan petani untuk kemajuan ekonomi bangsa. sukses slalu buat KM. Rampak Nulang,


  • KM Mutiara *9

    KM Mutiara *9

    20 Maret, 2014

    Terimakasih atas informasi dari. KM rampak nulang, petani harus menjadi sorotan kita secara bersama, petani adalah jantung negara, kemiskinan di bangsa ini karena pemerintah blum seryus mengurus petani. Upaya teman2 di kampung media ini tentunya sangat baik.


    1. KM. Rampak Nulang

      KM. Rampak Nulang

      01 April, 2014

      Sama-sama. Benar sekali, mengurus petani ibarat mengurus persoalan dengan segala kompleksitas bangsa ini. Petani yg terkadang termarjinalkan perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah. Tak ada petani maka tak ada pangan Tak ada pangan maka negeri ini akan kelaparan. Salam sukses buat KM Sekarbela, bravoo!!!!


  •  
     

    TULIS KOMENTAR

    Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
     
    Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
     
    Tutup Iklan