logoblog

Cari

Tutup Iklan

Bisnis Barang Bekas Di Batulayar

Bisnis Barang Bekas Di Batulayar

Di tengah kehidupan yang kompetitif yang disebabkan sulit dan terbatasnya ketersediaan lapangan pekerjaan yang ada, ternyata menjadikan motivasi dari masyarakat untuk

Ekonomi

KM. Layarstone
Oleh KM. Layarstone
28 Februari, 2014 22:48:11
Ekonomi
Komentar: 1
Dibaca: 14131 Kali

Di tengah kehidupan yang kompetitif yang disebabkan sulit dan terbatasnya ketersediaan lapangan pekerjaan yang ada, ternyata menjadikan motivasi dari masyarakat untuk berwirausaha. Berwirausaha telah menjadi banyak pilihan untuk sebagian orang dan seolah menjadi tuntutan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Berbagai macam usaha pun dicoba dan dilakukan agar bagaimana bisa mendapatkan yang namanya rupiah. Dari sekian banyak bisnis atau usaha kecil-kecilan yang pernah exist dan menarik minat banyak orang untuk mencoba memulai usaha; usaha jual beli pulsa, gas dan air isi ulang merupakan salah contoh yang masih ditemukan. Belakangan ini bisnis barang bekas (rongsokan) menjadi lebih dominan dan menarik minat  masyarakat sebagai usaha untuk geluti.

Kurnaen misalnya, salah seorang warga Dusun Teloke Desa Batulayar yang giat melakoni usaha jual beli barang rongsokan. Jenis barang bekas/rongsokan seperti bekas kaleng minuman, plastic, kardus, aluminium, besi, atau barang elektronik yang sudah tidak layak pakai. Sebagian orang beranggapan, usaha barang rongsokan ini tidak berkelas atau kurang bergengsi dan kelihatan rendah karena harus bergelut dengan barang kotoran, debu, bau dan lain sebagainya. Bapak dua anak menjadikan usaha menjual barang bekas sebagai usaha sampingan di samping menjalani rutinitasnya sebagai petugas kebersihan di daerah Senggigi.

Ada beberapa alasan yang didapatkan mengapa bisnis benda rongsokan ini kian marak dan banyak menjadi pilihan masyarkat terutama di Desa Batulayar. Tidak sulit, untuk membangunnya tidak terlalu membutuhkan modal awal, mentalitas, keinginan yang kuat, sudah cukup sebagai modal awal untuk memulainya. Untuk mendapatkan barang bekas seperti bekas botol/kaleng minuman, plastic, besi, kardus dan lain sebagainya,  bisa didapatkan tidak mesti dengan membeli, cukup dengan mengumpulkan barang bekas ataupun mencari ditempat-tempat pembuangan sampah dan tempat-tempat  orang berrekreasi, maka dengan hal itu kita sudah memiliki sedikit modal. Dan disamping itu juga bisnis barang rongsokan ini cukup menjanjikan dan  menguntungkan sebagai jalan untuk mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan hidup yang kian mencekik.

Besarnya tuntutan hidup sekarang ini memang tak bisa dipungkiri, melonjaknya harga kebutuhan bahan pangan, terbatasnya lapangan pekerjaan dan minimnya upah yang diterima sebagai karyawan terkadang tak cukup untuk membiayai kebutuhan yang ada, oleh sebab itu mungkin dengan trend bisnis yang ada seperti maraknya usaha rongsokan belakangan ini, bisa pembaca coba sebagai solusi untuk menjawab tantangan tersebut. Memulainya seperti apa yang dipaparkan di atas, dengan cara mengumpulkan barang bekas yang ada di rumah ataupun dengan cara mencarinya. Motivasi Kurnaen sebagai icon bisnis barang rongsokan di Desa Batulayar kini sangat terlihat. Warga yang mengikuti kiprahnya semakin banyak. Ini artinya bisnis barang bekas alias rongsokan mampu memberikan motivasi dan pemenuhan kebutuhan yang lebih baik. [] - (01)

 

Baca Juga :


 

 



 
KM. Layarstone

KM. Layarstone

Batulayar sebagai daerah Wisata masih menjadi Target Utama untuk mengembangkan Pariwisata di NTB dan Menciptakan Lapangan Kerja guna mengurangi Resiko Pengangguran

Artikel Terkait

1 KOMENTAR

  1. H. Musleh

    H. Musleh

    02 Maret, 2014

    Yang penting istiqomah pasti ada hasilnya


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan