logoblog

Cari

Tutup Iklan

Bedek Kian Tersisih

Bedek Kian Tersisih

(KM.Sarangge) Bedek atau dalam bahasa Bima disebut Jarimpi adalah salah satu jenis kerajinan anyaman yang ditekuni masyarakat Bima sejak dulu. Tapi

Ekonomi

KM. Sarangge
Oleh KM. Sarangge
25 Februari, 2014 08:03:29
Ekonomi
Komentar: 0
Dibaca: 4348 Kali

(KM.Sarangge) Bedek atau dalam bahasa Bima disebut Jarimpi adalah salah satu jenis kerajinan anyaman yang ditekuni masyarakat Bima sejak dulu. Tapi sekarang, pengrajin maupun orang-orang yang membutuhkan bedek sudah berkurang. Hanya beberapa orang saja yang masih menekuni usaha pembuatan bedek ini. Salah satunya adalah Pak Jakariah (60 thn) warga kelurahan Santi Kota Bima. Jeko, sapaan akrabnya telah lama menekuni profesi ini. Diakuinya, keahlian mengayam bedek telah diwariskan turun temurun dari orang tuanya.

Pada masa lalu, tutur Jeko, jarimpi merupakan barang anyaman dari bambu, yang sangat dibutuhkan guna dijadikan dinding dan tabir pembatas kamar rumah. Dengan kata lain jarimpi merupakan salah satu bahan bangunan rumah dan jenis bangunan lainnya. Mengingat Jarimpi menjadi kebutuhan, maka tidaklah mengerankan bila hampir semua kaum laki-laki dewasa terampil menganyam Jarimpi. Dalam perkembangannya muncul sekelompok masyarakat di Desa-desa untuk membentuk kelompok pengrajin Jarimpi, yang akan siap untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“ Proses pembuatan atau penganyaman jarimpi tidaklah terlalu sulit atau berbelit-belit. Peralatannya cukup sederhanaseperti antara lain gergaji ukuran kecil, Cila Golo  dan Cila Ncara Ncua (jenis Cila untuk memotong bambu). Bambu dipotong dan dibelah, ukuran panjang dan lebarnya disesuaikan dengan ukuran Jarimpi yang akan dianyam. Potongan bambu, dibelah menjadi beberapa belahan. “ Ungkap Jeko kepada Sarangge. Kemudian, sambung Jeko, dirapikan atau diperhalus dengan pisau khusus. Potongan bambu itu,  dibelah atau diris yang dalam bahasa Mbojo dikenal Dipina menjadi beberapa bilah (lembaran kecil), kemudian diperhalus dan dirapikan dengan pisau khusus. Lembaran bilah bambu yang tipis itu, dijemur sampai kering, setelah itu dianyam menjadi Jarimpi.

 

Baca Juga :


Satu lembar Jarimpi dijual dengan harga 25 sampai 30 ribu rupiah. Biasanya Jarimpi dibawa ke pasar atau dijajakan keliling kota Bima oleh dua orang putera dari Jakariah. One dan Hasan. “ Itulah penghasilan keluarga kami. Kadang laku kadang juga tidak, orang yang membutuhkan Jarimpi juga semakin berkurang.’ Jeko menunduk pasrah. (*alan) - (01)



 
KM. Sarangge

KM. Sarangge

Pelopor Kampung Media di Kota Bima. Menyuguhkan Informasi Kampung Yang Tak Kampungan. Ketua Komunitas Dedy Kurniawan.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan