logoblog

Cari

Tutup Iklan

Pengrajin Tenun Berharap Dukungan Dana Pemkab Bima

Pengrajin Tenun Berharap Dukungan Dana Pemkab Bima

KM LENGGE WAWO,- Sebanyak 20 orang kelompok tenun Wadu Wore Kecamatan Belo dan Palibelo berharap dukungan dana dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab)

Ekonomi

KM LENGGE
Oleh KM LENGGE
22 Februari, 2014 06:55:24
Ekonomi
Komentar: 1
Dibaca: 6025 Kali

KM LENGGE WAWO,- Sebanyak 20 orang kelompok tenun Wadu Wore Kecamatan Belo dan Palibelo berharap dukungan dana dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima dalam meningkatkan usaha tenun khas Bima. Pasalnya, sejak berdiri sekitar tahun 2002 hingga kini belum mendapatkan kucuran dana dari Pemerintah Daerah. Padahal, Pemkab Bima kerab berjanji akan memberdayakan perempuan terutama kelompok pengrajin seperti tenun.

Ketua Kelompok Tenun Wadu Wore Kecamatan Belo, Parwati, mengatakan, proses perkembangan kelompok pengrajin tenun ikat pada dua kecamatan di Belo dan Palibelo memang sudah sejak turun temurun. Kegiatan itu adalah pilihan usaha untuk menghidupkan keluarga warga setempat. Karena itu, walau menghadapi segudang tantangan, semua itu tidak membuat mereka putus asa.

Sebagai usaha pengrajin tenun, kata dia, warga tetap berjuang dalam membantu suaminya untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Bahkan, saat ini jumlah pengrajin tenun mulai merintis usaha itu sejak tahun 2002. Perjuangan panjang itu hingga kini belum mendapatkan perhatian Pemerintah, meski beberapa pejabat suka membeli hasil tenunan warga. “Sebagai salah satu industri kecil dan industri rumah tangga, memerlukan perhatian Pemerintah agar usaha warga itu terus berkembang,” ujarnya via telepon seluler.

Menggeluti kerajinan tenun ikat, katanya, selain memerlukan modal usaha, tetapi juga motifasi bahwa usaha keluarga itu dapat membantu mendukung ekonomi keluarga. Karena dalam waktu senggang saja warga bisa menyelesaikan tenunan. “Tentu kita juga membutuhkan pengakuan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, terutama memasarkannya ke semua instansi pemerintahan yang ada di Kota dan Kabupaten Bima,” katanya.

 

Baca Juga :


Dalam setiap usaha, katanya, memang ada tantangan. Demikian pula usaha kerjainan tenun ikat yang dirintisnya kelompoknya tidak semulus yang dibayangkan. Ada begitu banyak hambatan yang dihadapi, termasuk kendala modal untuk membeli bahan-bahan yang dibutuhkan. Bahkan,kelompoknya harus bekerja keras mengembangkan tenun ikat terutama dalam hal produksi yang pembuatannya secara manual, ditambah dengan proses yang panjang. Semua itu membuatnya harus membutuhkan waktu seminggu untuk menghasilkan satu lembar kain tenunan.
“Kita berharap Pemkab Bima perlu memerhatikan usaha itu,” katanya.[]  - (01)



 
KM LENGGE

KM LENGGE

KM Lengge Wawo Sekretariat : Jln Lintas Bima Sape KM 17 Komplek Lapangan Umum Wawo, Maria Utara Bima - Contac Person : 085338436666/085312521100 - Email : wawolengge@gmail.com - Koordinator : Edy Irfan Anggota : Galank, Ahyar, Benk, Jhuan, Andri

Artikel Terkait

1 KOMENTAR

  1. KM Kaula

    KM Kaula

    15 Mei, 2014

    Pemerintah tidak mesti harus bantu dengan modal saja, tapi bisa saja pemerintah membikin aturan supaya semua pegawai wajib pada hari tertentu memakai pakaian seragam yang terbuat dari kain tenunan warga.


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan