logoblog

Cari

Tutup Iklan

Budidaya Ayam Ras dan Lele di Pesantren

Budidaya Ayam Ras dan Lele di Pesantren

KM LENGGE WAWO,- Sebanyak 300 bibit ayam bukan ras (buras) alias ayam kampung  dan 1.500 bibit ikan lele, dilepas oleh santri

Ekonomi

KM LENGGE
Oleh KM LENGGE
29 Januari, 2014 08:00:28
Ekonomi
Komentar: 6
Dibaca: 12836 Kali

KM LENGGE WAWO,- Sebanyak 300 bibit ayam bukan ras (buras) alias ayam kampung  dan 1.500 bibit ikan lele, dilepas oleh santri Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Huda Desa Oi Tui Kecamatan Wera. Menandai pelepasan itu diawali oleh Pimpinan Ponpes Nurun Huda Desa Oi Tui, Drs H Mahmud M Ali, kemudian diikuti guru dan santri.

Pimpinan Ponpes Nurun Huda Desa Oi Tui, Drs H Mahmud M Ali, mengatakan, sebenarnya pelepasan anak ayam pada tiga kandang yang disediakan sudah dilakukan bertepatan dengan HUT Kemenag 3 Januari lalu, tetapi hanya beberapa ekor saja, demikian juga dengan bibit lele. Namun, pelepasan secara resmi dan massal baru dilakukan saat ini.

“Kita berharap usaha ini bias berkembang dengan baik dan memberikan kontribusi untuk kemajuan pondok dan keterampilan beternak bagi santri,” ujarnya via telepon seluler. Saat ini, kata dia,  sudah banyak yang ingin membeli dan menggalang kerjasama dengan Ponpes berkaitan dengan budidaya lele dan ternak ayam kampong. Melihat peluang itu kini harus dilakukan secara besar-besaran dengan mencatat dimulai pelepasan ayam dan lele yang berfariasi.

“Ini kita lakukan agar panen tetap terjaga dan pembeli yang datang tidak kehabisan stok yang tersedia,” katanya.
Kata mantan Kepala KUA Wera ini, tidak hanya bidang peternakan dan perikanan yang kembangkan, tetapi juga pertanian dengan menanam sayur-sayuran, tomat, mentimun, dan lainnya. Lahan yang disediakan sekitar 2,5 hektare (Ha).

 

Baca Juga :


Santri dan guru, katanya, di luar kegiatan proses belajar mengajar (KBM) mereka juga memerhatikan kegiatan usaha yang dikembangkan di Ponpes. Kegiatan itu merupakan media pembelajaran teori sekaligur praktik langsung, sehingga diharapkan setelah tamat pondok santri memiliki kemampuan berwitrausaha.

“Kegiatan semacam ini masih suadaya dari santri, guru dan pimpinan pondok dan hingga saat ini belum mendapatkan bantuan dari pemerintah,” katanya. Dengan luas lahan yang dimiliki, katanya, berbagai usaha bias dilakukan. Namun, perlu dukungan modal dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima maupun Kemenag Kabupaten Bima agar pondok ini terus maju dan kreatif berkarya dengan etos kerja yang diawali karena Allah. (AJI)



 
KM LENGGE

KM LENGGE

KM Lengge Wawo Sekretariat : Jln Lintas Bima Sape KM 17 Komplek Lapangan Umum Wawo, Maria Utara Bima - Contac Person : 085338436666/085312521100 - Email : wawolengge@gmail.com - Koordinator : Edy Irfan Anggota : Galank, Ahyar, Benk, Jhuan, Andri

Artikel Terkait

6 KOMENTAR

  1. KM LENGGE

    KM LENGGE

    27 Mei, 2014

    TERIMAKASIH PAK GITA....MOHON DISUPORT KAMPUNG MEDIA LENGGE NANTINYA AKAN BERSAMA ANAK-ANAK KAMPUNG MENGEMBANGKAN PETERNAK AYAM KAMPUNG DAN IKAN AIR TAWAR PAK.....


  • KM Kaula

    KM Kaula

    21 Mei, 2014

    salut buat pondok pesantren ........ (yang sulit di sebut namanya), semoga lewat usaha ini pondok pesantren terus berkembang.


  • Lalu Gita ariadi

    Lalu Gita ariadi

    02 Maret, 2014

    Program pemberdayaan pondokpesantren dengan kegiatan ekonomi kreatif ini tentulah sangat POSITIP. Di samping mengajarkan sejak dini semangat wirausaha kepada para santri, hasilnya juga sangat berarti untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat lokal/domestik bahkan untuk kebutuhan pasar antar pulau. Bumi sejuta sapi alhamdulillah sudah berproses dan hasilnya insyaallah POSITIP. Di samping program bumi sejuta sapi, tentu perlu juga didukung program lainnya seperti berjuta juta ayam untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan daging ayam maupun telur ayam. Kebutuhan masyarakat akan daging ayam dan telur ayam tentulah sangat tinggi, belum lagi bila dikaitkan dengan kemajuan pariwisata yang salah satu daya tariknya adalah kuliner ayam taliwang. Untuk memenuhi kebutuhan yang tinggi terhadap daging ayam dan telur ayam ini tentu sangat naif bila seluruhnya kita harus bergantung pada suplai dari Jawa atau Bali sementara bila kita ingin kerja keras komoditi ini bisa dihasilkan dari darah kita sendiri. Demikian juga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan ikan segar aik ikan budidaya air tawar maupun ikan laut. Potensi kita sangatlah kaya. Oleh karenanya SKPD terkait dengan kegiatan produksi seperti yang dilakukan Pondok pesantren ini harus membaca dan menyangka peluang ini dengan sebaik2nya melalui program pemberdayaan masyarakat dengan menyediakan bibit2 yang dibutuhkan masyarakat. Insyaallah informasi yang bermanfaat ini perlu disampaikan kepada temen2 yang sedang memangku amanah di pemerintahan. Selamat dan teruslah berkarya..............insyaallah berhasil


    1. KM LENGGE

      KM LENGGE

      27 Mei, 2014

      TERIMAKSIHSUDAHDIRESPON PAK GITA...... KAMI DARI ANAK KAMPUNG DIUJUNG BIMA BERHARAP PEMERINTAH DAERAH MAUPUN PROPINSI TETAP SEJALAN DENGAN KAMI DAN IKUT MEMBANTU KAMI GENERASI MUDA YANG MAU MEMBANGUN USAHA/ WIRAUSAHA UNTUK MENEKAN KEGIATAN NEGATIF ANAK MUDA. MOHON DIPERHATIKAN RENCANA KAMI KAMPUNG MEDIA DI KECAMATAN KAMI UNTUK MEMBANGUN USAHA YANG SAMA YAITU BETERNAK AYAM KAMPUNG DAN IKAN AIR TAWAR KARENA POTENSI PENDUKUNG CUKUP BANYAK, SPERTI ANAK KAMPUNG YANG PUNYA SEMANGAT USAHA DAN TEMPAT...... SALAM HORMAT DARI KAMI KAMPUNG MEDIA LENGGE PAK ASSISTEN.....


    2. Abu Macel

      Abu Macel

      02 Maret, 2014

      Terimakasih Pak Asisten Lalu Gita yang telah merespon info2 dari kampung... Pesantren tak hanya mengaji textual tapi juga kontextual.... Inilah PESANTREN yang menyajikan PESAN selalu TREN..


  • H. Musleh

    H. Musleh

    02 Maret, 2014

    Memang sudah selayaknya Pesantren mengembangkan kewirausahaan


  •  
     

    TULIS KOMENTAR

    Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
     
    Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
     
    Tutup Iklan