logoblog

Cari

Tutup Iklan

Usaha Tempe Tiada Matinya

Usaha Tempe Tiada Matinya

Tempe merupakan makanan tradisional yang selalu diminati masyarakat, masih kurang rasanya kalau makan tidak ada lauk Tempe. disamping kandungan gizinya lengkap

Ekonomi

Desa Mekar Sari Narmada
Oleh Desa Mekar Sari Narmada
12 Januari, 2014 17:25:36
Ekonomi
Komentar: 0
Dibaca: 16377 Kali

Tempe merupakan makanan tradisional yang selalu diminati masyarakat, masih kurang rasanya kalau makan tidak ada lauk Tempe. disamping kandungan gizinya lengkap terutama Protein nabati, Tempe juga bisa diolah menjadi berbagai panganan itulah yang menyebabkan usaha pembuatan tempe tiada matinya dan selalu mendatangkan keuntungan besar bagi para pengusaha Tempe.

Hampir disemua wilayah dipulau Lombok terdapat industri rumah tangga yang memproduksi Tempe, seperti yang dilakukan oleh Suhaimi 42 tahun seorang warga asal Dusun Karang Anyar Desa Jagaraga Indah Kecamatan Kediri Lombok Barat, bersama istrinya dia menjalani usaha pembuatan Tempe dirumahnya yang sudah ditekuni sejak tahun 2000 dan masih bisa bertahan sampai sekarang, dari usaha yang digelutinya Ust Emi panggilan Bapak tiga orang anak ini bisa menghidupi keluarga, menyekolahkan anak-anaknya dan bahkan bisa membangun rumah dari usaha pembuatan tempe miliknya yang dikelola secara istikomah selama 13 tahun.

Setiap harinya dia menghabiskan 30-40 Kg Kedelai sebagai bahan baku pembuatan Tempe, meski harga Kedelai terus naik tapi tidak menyurutkan niatnya untuk terus menproduksi Tempe, dengan 1 orang karyawan dan 5 orang buruh harian sebagai pembungkus maka suhaimi bisa melayani para pengepul dan langganan yang selalu setia setiap hari mengambil Tempenya. Dengan membuat Tempe ukuran kecil dan sedang yang harga eceran ditingkat konsumen sekitar 1000 dan 2000 rupiah Suhaimi tetap mempertahankan kualitas tampa pernah mau mencampur bahan baku kedelai dengan bahan lainnya.

 

Baca Juga :


"Pertahankan kualitas merupakan kunci melanggengkan usaha, lebih baik menaikkan sedikit harga daripada menurunkan kualitas Tempe dengan mencampur kedelai dengan bahan yang lebih murah seperti jagung yang harganya lebih murah. selain itu juga menjalankan usaha harus Istiqomah dan fokus dalam melaksanakannya serta jangan lupa doa, maka Insya Alllah pasti hasillnya bagus dan tentunya barokah." jelas Pria sederhana lulusan Ponpes Darul Falah Pagutan. Dan mengakhiri perbincangan kami dengan beliau, KM Narmada dikasih tempe hasil produksinya sebagai oleh-oleh.



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan